Beranda > My Family > Hyperemesis Vs Kehamilan

Hyperemesis Vs Kehamilan

muntah kehamilan hyperemesis Apakah anda mengalami mual muntah yang sangat kuat pada kehamilan saat ini? Dengan usia triwulan pertama atau 3 bulan pertama? Merasa kurang nyaman dengan bebauan bumbu dapur, udara tertentu, bunyian yang sedikit berisik atau merasa asam lambung tinggi sehingga makan apapun terasa pahit. Inilah yang akan dialami oleh ibu hamil dengan kategori hyperemesis seperti mamatutik di kehamilan awal adiknya arya.

Menurut beberapa artikel seluruhnya identik baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, silahkan anda lihat link dibawah ini untuk tahu lebih lanjut mengenai hyperemesis.

  • Pengalaman Ibu mamieksyamil: http://mamieksyamil.multiply.com/journal/item/109
  • Info Detail About Hyperemesis Gravidarum: wikipedia
  • Dokter Indonesia Mual Muntah saat Hamil: klikdokter
  • Hyperemesis Education Centre: Helper
  • Saya kutip sedikit informasi seperti apa yang saya alami diatas:

    Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan diakibatkan karena perubahan hormonal yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke 6-8, puncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22) sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormonal. Mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari namun dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 – 85% kehamilan selama triwulan pertama, dengan gejala muntah yang mengganggu sebesar 52%.

    Kategori diatas akan terjadi secara normal untuk kehamilan tanpa hyperemesis, namun jika mengalami hyperemesis suasana menjadi sangat berbeda sekali. Coba dibaca penjelasan dari wikipedia mengenai hal ini:

    * Loss of 5% or more of pre-pregnancy body weight
    * Dehydration, causing ketosis and constipation
    * Nutritional deficiencies
    * Metabolic imbalances
    * Altered sense of taste
    * Sensitivity of the brain to motion
    * Food leaving the stomach more slowly
    * Rapidly changing hormone levels during pregnancy
    * Stomach contents moving back up from the stomach
    * Physical and emotional stress of pregnancy on the body
    * Subconjunctival hemorrhage (broken blood vessels in the eyes)
    * Difficulty with daily activities
    * Hallucinations

    Some women with HG lose as much as 20% of their body weight. Many sufferers of HG are extremely sensitive to odors in their environment; certain smells may exacerbate symptoms. This is known as hyperolfaction. Ptyalism, or hypersalivation, is another symptom experienced by some women suffering from HG.

    Berat badan saya sebelum kehamilan awalnya adalah 60Kg namun kini turun hingga 51Kg, rasa pahit dimulut membuat semua masakan terasa aneh dilidah, setiap habis makan akan dikeluarkan kembali, rasa nyeri pada perut bagian atas menyakitkan dan emosional yang tidak jelas (sering marah, menangis dan melamun). Kita tidak boleh lemah dan patah arang, karena saya sendiri sangat menginginkan keturunan yang sehat, cerdas serta tanpa kelainan. Jika ibu terkulai lemas maka kita tidak akan mendapat asupan gizi cukup bagi janin, jika kita membiarkan muntah berkepanjangan maka tak ada kekuatan untuk merawat diri dan andai bunda selalu memikirkan rasa perih di perut maka tak mungkin mampu menjalankan kehamilan dengan nyaman. Inilah semangat yang ingin aku tanamkan dalam diri.

    Hal-hal Kehamilan Hyperemesis MamaTutik

  • Kerumah sakit / periksa ke dokter/bidan/RS (pernah dalam 10 hari 3x kontrol)
  • Minum invomit (harus dengan resep dokter) obat mahal belum juga mengurangi mual
  • Minum B6 (harus dengan resep dokter)
  • membuat rasa kantuk berlebihan maunya tidur

  • Sulit buang air besar dan harus dibantu dengan microlax
  • Minum jahe murni melegakan namun jika muntah setelah minum akan sangat tidak enak rasanya, cari momen saat nyaman ketika hendak minum jahe
  • Jadi kurang perhatian kepada suami dan anak karena tidak kuasa menahan perih atau emosi yang berubah-rubah
  • Bau bawang putih muntah, alhasil papa arya yang selalu masak
  • Rasa nyeri di perut membuat saya menangis karena tidak kuat rasanya
  • Alloh memberi karunia ini dan sebagai ibu aku harus kuat serta siap menjalani hal ini, insya Alloh akan dihitung ibadah olehNYA. Berikut adalah hal-hal yang patut dihindari para penderita hyperemesis, karena papa bilang khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Bepergian jauh dengan kendaraan darat, kemarin mudik naik bus setelah sampai rumah rasa perihnya jadi tambah tidak karuan
  • Mengangkat barang berat, karena tidak mungkin berani
  • Tidur melingkar, hal ini akan memperparah karena jika posisi tegak perut akan kaget
  • Malas makan, akan merusak diri sendiri dan calon baby kita yang imut
  • Malas berolah raga, buatlah diri nyaman agar dapat melupakan rasa mual serta muntah
  • Meski belum finish mual muntah yang mamatutik alami, namun paling tidak bisa berbagi dengan kalian semua. Ini bukan penderitaan namun ini penyesuaian hormon yang ada dalam tubuh, doakan semoga kehamilan ini baik-baik saja serta tidak mengalami hal-hal buruk untuk janin dan bunda. Amiin

    Iklan
    1. Desember 14, 2010 pukul 8:44 pm

      Untungnya istri saya ngga mengalami Hyperemesis pada awal masa kehamilan, jadi saya ngga pusing 🙂

    1. Januari 5, 2011 pukul 9:19 am

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: