Beranda > My Family > Tips Ibu Hamil: Mengatasi Mual Muntah

Tips Ibu Hamil: Mengatasi Mual Muntah

Hai para ibu sahabat yang sedang hamil dan memasuki 3 bulan pertama atau lebih sering disebut three semester, bagi beberapa ibu akan mengalami yang namanya mual dan muntah. Namun bagi yang memiliki tingkat mual dan muntah berlebihan atau disebut hiperemesis tentu amat tidak nyaman karena makanan sulit sekali masuk ke dalam perut. Kondisi ini akan membuat ibu mengalami hal yang sangat melelahkan, meresahkan dan bisa jadi menjengkelkan dengan menyalahkan keadaan diri sendiri.

Nah berikut adalah TIPs Bagi Ibu Hamil dengan Mual Muntah berlebihan (berdasar pengalaman):

  • Ngemil dengan makanan yang disuka dan merasa nyaman dengannya
  • Gunakan prinsip sunah nabi “Makan dikala lapar kemudian berhenti sebelum kenyang”
  • Makan disaat tidak terasa mual atau satu jam setelah muntah
  • Harus tetap makan meskipun nanti keluar juga, benamkan dalam diri aku makan untuk anak dan diriku
  • Jangan terlalu banyak tiduran
  • Kalo bisa hindari makanan berminyak atau mengandung bau yang tidak disukai saat itu (misal saya saat ini tidak suka berbumbu bawang putih)
  • Menghirup udara luar agar oksigen lebih banyak masuk, pagi sangat dianjurkan (meski morning sick mengganggu)
  • Bagi Muslim, gerakan sholat 5 waktu amat membantu mengurangi rasa mual
  • Vitamin B6 membantu membuat rasa nyaman, kunjungi dokter untuk hal ini
  • Tetap mesra terhadap suami meski kondisi lemah (biasanya suami akan membuat kita nyaman jika kita tegar)
  • Hindari aktifitas berat untuk sementara waktu

Banyak sekali tips bertebaran di internet, keluarga sangat berperan penting membuat kita merasa nyaman meski lemah dan merasa bersalah karena tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari. Terimakasih buat papa putut yang tetap membuatku semangat meskipun kadang sedikit marah kalo mama lemes dan rela masak setiap hari pagi malam buat anak-anak. Alhamdulillah sudah banyak berkurang mual muntah yang saya alami, serta sudah bisa sedikit masak makanan ringan agar melatih diri terbiasa kembali dengan bau bumbu dapur. Berat badan mulai naik sedikit demi sedikit, sudah tidak kurus lagi, hasil rontgen menunjukkan perkembangan janin yang menggembirakan. Ya Alloh, Hanya Kepada Mu lah kami berserah diri.

Iklan
Kategori:My Family Tag:, , ,
  1. Oktober 17, 2010 pukul 6:04 am

    Kalau sejak dulu sy baca artikel semacam ini, mgkn istriku gak akan pernah sampai keguguran hamil pertamanya.

    • Oktober 17, 2010 pukul 10:56 pm

      mohon maaf pak mursyid jika membuat terkenang masa lalu, namun saya doakan semoga ibu sudah sehat kembali untuk tidak trauma terhadap kehamilan berikutnya.

  2. Oktober 18, 2010 pukul 12:18 pm

    ..
    makasih infonya..
    kebetulan adik saya sedang Hamil..
    sekalian ijin mengcopy tulisannya..
    ..
    salam
    ..

    • Desember 12, 2010 pukul 12:54 pm

      silahkan di copy septarius

  3. Oktober 21, 2010 pukul 2:33 pm

    waah…harus sy catet info ini, buat bekal nanti kl hamil 😀
    thx yaaa

    • Desember 12, 2010 pukul 12:55 pm

      sama-sama semoga bermanfaat

  4. Oktober 28, 2010 pukul 8:54 am

    kalo istri hamil biasanya maunya di sayang dan di manja terus..jadi kangen bikin anak lagi nih..hee

    • Desember 12, 2010 pukul 12:56 pm

      siapa tahu pengan nambah lagi

  5. Desember 23, 2010 pukul 8:04 am

    makasih informasinya

  6. mama ita
    Februari 10, 2011 pukul 6:47 pm

    pak qimana ya saya sering meludah trs dan disertai mual

  7. foredi
    Maret 23, 2011 pukul 1:05 pm

    Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

  8. Maret 25, 2011 pukul 7:52 am

    Info yang bermanfaat sekali.

    terima kasih

  9. yohana
    Juli 17, 2011 pukul 1:25 pm

    wah, sya pikr ini mual yg bener2 nyebelin & mnrt sya hnya sya sja yg ngalamin hiperemesis, pdahal bnyak jga yg ‘senasib’. trmkash ya krna artikel ini membuat sya tdk ketakutan adanya kelainan krn mual yg amat kuat pd masa hamil skrg ini . tx

  1. Januari 5, 2011 pukul 9:19 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: