Beranda > My Family > Menikmati Indahnya Keluarga

Menikmati Indahnya Keluarga

Setelah kami bersama ternyata memang waktu mengatakan hal yang tak terduga, ayah dan anak telah menjadi satu dalam kekuatan mereka masing masing. Rasanya begitu utuh kurasakan hidup bersama mereka, ramadhan tahun 2010 menjadi saksi awal kami menjalin kembali kasih sayang dalam rahmat Alloh SWT. Hingga begitu besar perhatian papa saat kehamilanku yang kedua, ia mendampingi dari mulai perut ini membesar hingga iapun ada saat anak kedua kami lahir di usia kandungan masih 8 bulan.

Anugerah Alloh tidak akan pernah dapat kita hitung, bahkan nafas yang kita hirup ini adalah milik NYA. Oh iya, sepertinya perlu berbagi cerita mengenai kelahiran baby kami sicantik aira. Ia terlahir dari mulai pecah ketuban pukul 00.00 wib sebagaimana yang diceritakan papa putut pada situsnya hingga ia lahir melalui proses bedah persalinan. Proses dilaksanakan pukul 03.00 wib ini sebenarnya sangat tidak kuinginkan, meskipun kelahiran mas arya dulu juga harus sesario, aku ingin utuh merasakan sebagai ibu melahirkan dengan proses semestinya.

Namun Alloh berkehendak lain, usia kandungan masih 8 bulan dan ketuban sudah mengalir begitu derasnya. Analisa bidan dan dokter menyatakan jarak bayi masih cukup bayi, yang akan mengundang resiko baginya. Kasihan papa saat itu baru tidur sekitar 1 jam dan mas arya paginya harus sekolah. Begitu papa sodorkan video pengungkapan sayang arya sebelum berangkat sekolah, aku menitikkan air mata, meskipun ia agak nakal namun menurut dan sayang kepadaku. Hampir tiap hari ia membantu saat kehamilan ini mulai membesar, arya adalah jagoan yang sangat kusayang

Inilah anak kedua kami, saat digambar tersebut bisa kita lihat begitu mungil dan begitu kurus. Dan seperti kekurangan cahaya sehingga ia menderita kuning pada wajah dan tubuhnya. Suamiku adalah contoh ayah yang mengerti bagaimana merawat bayi sejak dulu. Ia sering bangun pagi untuk berjemur bersama si kecil, ia sering bangun malam hanya sekedar untuk mengganti popok dan ia sering menyiapkan perlengkapan mandi sebelum berangkat kerja. Aira begitu tenang jika dekat dengan ayahnya, ini membuatku iri karena perut bekas operasi ini sangat mengganggu dan jadi penghalang aku sebagai ibu.

Mas Arya dan Dik AiraMas Arya sangat sayang dengan adiknya, inilah kebanggaan tak terkira. Aku mengira si mas akan makin nakal jika adiknya telah lahir, karena ia menginginkan adik cowok dengan alasan agar baju dan mainannya bisa dipake sama si dede. Kekhawatiran kami ternyata terbalik, dengan sigap ia selalu menjadi orang nomor satu jika adiknya nangis, hadir dan memberikan canda tawa buat dik aira. Ia adalah jagoan yang akan marah jika ada yang mengganggu tidur si kecil. Lihat deh action mas arya saat dik aira tidur di kakinya, hanya dalam hitungan menit, kira2 15 menit mas sudah mengeluh capek hehehehe.

Sanak keluarga berdatangan dari solo maupun dari semarang, semua memberikan doa, bingkisan dan kasih sayang buat putri kami ini. Ini lho in actionnya dik aira

Aira dan Mas Arya

Aira Pakai jilbab merah (6 bulan)

Uti Solo bersama Aira habis cukur

Simbah Dari Solo

Aira bersama moo

Boneka kesayangan Aira (5 bulan)

Mbah Nik Menggendong Aira

Simbah Dari Semarang

Iklan
  1. VPS Murah
    November 13, 2011 pukul 5:08 pm

    subhanallah masih diberikan kenikmatan dan kebersamaan

  2. November 29, 2011 pukul 9:33 am

    slhamdulillah…. selamat ya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: