Arsip

Posts Tagged ‘aira’

Menyapa Papa dari Semarang

aira habis mandi kangen papa

aira habis mandi kangen papa

Pagi tadi begitu indah, aira sepertinya senang melihatku mempersiapkan tas yang kuisi dengan pakaian sebagai persiapan kembali ke jakarta. Memang sudah begitu kangen sama papanya, sampai-sampai ia ambil handphone diberikan padaku. Pagi ini ia tampak cantik dengan gaunnya, iseng-iseng kupanggil untuk ku photo. Ia dengan sayu memandangku, kemudian jepret dan kirim ke papa.

Kategori:My Family Tag:,

Aira mulai bosan, kangen papanya

papa sini donk Tidak dipungkiri hari demi hari liburan sekolah mas arya selama di semarang ternyata sudah 2minggu kami disini. Dan kegiatan demi kegiatan, sebenarnya main sih, mulai terasa jenuh. Karena sudah tdk seperti 4 tahun lalu, tembalang sekarang panas, lalu lintas padat dan byk mahasiswa sombong dalam berkendara.
Baca selanjutnya…

Hari ke 3 di Semarang

papa sendal aira baru Hari ketiga disini sepertinya merupakan hari yang mulai terasa kehilangan Aira akan kehadiran papanya. Yap, karena tiap pagi setelah subuh paling rajin ngajak aira jalan kemudian tiap pulang kerja minta dalam pelukan. Terbukti bangun tidur seperti biasanya ia memanggil dengan nada khasnya, ‘pappaaaa, pappaaa’ sampai beberapa kali namun tak kunjung papanya muncul. Akhirnya aku coba call papanya, alhamdulillah mereka berbincang entah apa, tapi papa arya selalu mengerti ucapan aira hingga ia tertawa terbahak bahak.

Yang membuatku tersenyum ia memberi tahukan punya sendal baru, katanya ‘atu atu alu’ tapi papanya malah nyanyi satu satu aku sayang ibu 😉 Setelah papanya mengerti baru mereka lanjut bercanda hanya byphone. Inilah bukti jarak bukan masalah, tapi berkomunikasilah.

Aira beranjak jalan

bermain mobil2anSaat pagi datang, subuh tepatnya aira selalu mengajak papanya jalan pagi. Dan kusadari ia semakin bertambah usia, dengan tambahan kata2, ucapan, pengertian dan kini mulai lincah berjalan. Maha Sempurna Alloh yang menitipkan kami putri nan kami sayangi ini. Meskipun mengantuk papanya setia mengajaknya olahraga pagi, sedang sang kakak mas arya, sedemikian sayang pada sang adik. Cerita papa ketika kami di semarang tiap hari arya selalu mau mendengar candaan sang adik, kata papa ia sering berkaca-kaca mengingat lucunya aira.

Kasih sayang yang terbentuk karena ketulusan membuatku kadang jadi cengeng juga. Menitikkan air mata haru, karena beberapa bulan ini aku telah melukai hati arya, hanya karena ia malas belajar atau berisik ketika adiknya tidur. Aira beranjak jalan juga karena giatnya mas arya mengajari berjalan.

Kategori:My Family Tag:, ,

Menikmati Indahnya Keluarga

Oktober 24, 2011 2 komentar

Setelah kami bersama ternyata memang waktu mengatakan hal yang tak terduga, ayah dan anak telah menjadi satu dalam kekuatan mereka masing masing. Rasanya begitu utuh kurasakan hidup bersama mereka, ramadhan tahun 2010 menjadi saksi awal kami menjalin kembali kasih sayang dalam rahmat Alloh SWT. Hingga begitu besar perhatian papa saat kehamilanku yang kedua, ia mendampingi dari mulai perut ini membesar hingga iapun ada saat anak kedua kami lahir di usia kandungan masih 8 bulan.

Anugerah Alloh tidak akan pernah dapat kita hitung, bahkan nafas yang kita hirup ini adalah milik NYA. Oh iya, sepertinya perlu berbagi cerita mengenai kelahiran baby kami sicantik aira. Ia terlahir dari mulai pecah ketuban pukul 00.00 wib sebagaimana yang diceritakan papa putut pada situsnya hingga ia lahir melalui proses bedah persalinan. Proses dilaksanakan pukul 03.00 wib ini sebenarnya sangat tidak kuinginkan, meskipun kelahiran mas arya dulu juga harus sesario, aku ingin utuh merasakan sebagai ibu melahirkan dengan proses semestinya. Baca selanjutnya…