Arsip

Posts Tagged ‘arya’

Aira mulai bosan, kangen papanya

papa sini donk Tidak dipungkiri hari demi hari liburan sekolah mas arya selama di semarang ternyata sudah 2minggu kami disini. Dan kegiatan demi kegiatan, sebenarnya main sih, mulai terasa jenuh. Karena sudah tdk seperti 4 tahun lalu, tembalang sekarang panas, lalu lintas padat dan byk mahasiswa sombong dalam berkendara.
Baca selanjutnya…

Liburan Ke Semarang

Mama, aira dan mas arya sudah di Semarang untuk liburan panjang selama kurang lebih 3 minggu. Sebenarnya memang belum waktunya, tapi alhamdulillah nilai mas arya cukup baik kecuali matematika yang biasanya diatas 90 kali ini hanya dapat 70 karena ketidak telitian baca tanda bagi atau kali pada kalimat cerita.

Melepas kangen bersama keluarga dan meninggalkan papa yang imut untuk beberapa saat. Pesan mama jaga kesehatan dan jangan telat makan ataupun kurang minum ya suamiku sayang.

Aira beranjak jalan

bermain mobil2anSaat pagi datang, subuh tepatnya aira selalu mengajak papanya jalan pagi. Dan kusadari ia semakin bertambah usia, dengan tambahan kata2, ucapan, pengertian dan kini mulai lincah berjalan. Maha Sempurna Alloh yang menitipkan kami putri nan kami sayangi ini. Meskipun mengantuk papanya setia mengajaknya olahraga pagi, sedang sang kakak mas arya, sedemikian sayang pada sang adik. Cerita papa ketika kami di semarang tiap hari arya selalu mau mendengar candaan sang adik, kata papa ia sering berkaca-kaca mengingat lucunya aira.

Kasih sayang yang terbentuk karena ketulusan membuatku kadang jadi cengeng juga. Menitikkan air mata haru, karena beberapa bulan ini aku telah melukai hati arya, hanya karena ia malas belajar atau berisik ketika adiknya tidur. Aira beranjak jalan juga karena giatnya mas arya mengajari berjalan.

Kategori:My Family Tag:, ,

Menikmati Indahnya Keluarga

Oktober 24, 2011 2 komentar

Setelah kami bersama ternyata memang waktu mengatakan hal yang tak terduga, ayah dan anak telah menjadi satu dalam kekuatan mereka masing masing. Rasanya begitu utuh kurasakan hidup bersama mereka, ramadhan tahun 2010 menjadi saksi awal kami menjalin kembali kasih sayang dalam rahmat Alloh SWT. Hingga begitu besar perhatian papa saat kehamilanku yang kedua, ia mendampingi dari mulai perut ini membesar hingga iapun ada saat anak kedua kami lahir di usia kandungan masih 8 bulan.

Anugerah Alloh tidak akan pernah dapat kita hitung, bahkan nafas yang kita hirup ini adalah milik NYA. Oh iya, sepertinya perlu berbagi cerita mengenai kelahiran baby kami sicantik aira. Ia terlahir dari mulai pecah ketuban pukul 00.00 wib sebagaimana yang diceritakan papa putut pada situsnya hingga ia lahir melalui proses bedah persalinan. Proses dilaksanakan pukul 03.00 wib ini sebenarnya sangat tidak kuinginkan, meskipun kelahiran mas arya dulu juga harus sesario, aku ingin utuh merasakan sebagai ibu melahirkan dengan proses semestinya. Baca selanjutnya…

Mengatur Emosi Saat Kehamilan Membesar

Januari 4, 2011 1 komentar

Bunda sekalian, apakah yang saya rasakan sama dengan pengalaman bunda saat hamil? Dimana begitu banyak godaan emosi mendera hingga kadang membuatku tidak dapat menahannya. Akibat yang menyakitkan adalah pinggang seperti di ikat, bisa dibayangkan bagaimana perut yang mulai membesar seperti dililit seutas tambang rasanya. Pemicu kemarahan ini sangat sederhana, yaitu ananda arya yang mulai sering berulah nakal dengan kurang menghiraukan himbauan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Salah satunya adalah mandi pagi, selalu saja ada alasan, entah buang air dulu, mainan air, cari baju, sloweran kesana kemari, hmmmm kadang mulai membantah.

Saat siang tiba emosi ini sering berapi-api, bagaikan petir yang siap menyambar-nyambar dengan gemuruh suara yang sangat kencang. Namun semua harus bisa aku lalui dengan memaksa diri mengatur emosi karena kehamilan ini semakin membesar dan bisa saja akibat kemarahan tersebut mempengaruhi janin yang kami sayangi.

Kadang ada juga ketika suamiku tercinta terlalu lelah akan pekerjaannya, sehingga waktu libur atau week end cuma tidur, rasanya gemes sekali. Untunglah kami sering bisa bersenda gurau sehingga saat mau tidur arya dan papa selalu menjadi pelipur melulurhkan amarah yang terjadi sebelumnya. Ya Alloh, hanya kepamulah kami berserah diri dan jauhkanlah kami dari amarah yang menyesatkan.

Kategori:My Family Tag:, , ,

Mama Yakin Arya Bisa!

Februari 28, 2010 3 komentar

Mama berusaha menjaga mas arya sebaik dan semampu kekuatan ini diberikan. Papa selalu menanyakan di tiap harinya bagaimana kondisi serta kemampuan belajar, karena menurut papa perkembangan anak harus kita sendiri yang memantau bukan oleh pembantu, baby sister atau kakek neneknya. Karena pesan dari suami tercinta nan penuh kelembutan itu membuat mama harus berprestasi dihadapan papa.
Baca selanjutnya…

Kategori:My Family Tag:, ,

Ivan marah-marah

Mei 7, 2008 1 komentar

IvanYah, baru saja dapat sms dari pakde danang yang memberi kabar mengenai kabar kakak jauh arya, bahwa ia tidak betah berada di rumah sakit. Anak papa yang satu ini sedang menderita demam berdarah yang cukup mengkhawatirkan karena agak terlambat penganannya. Ia dari dulu sangat tidak ingin kerumah sakit dan sangat tidak nyaman jika berada dirumah sakit. Mas ivan yang tabah ya….

Kategori:My Family Tag:,